Erianto dan Tantangan Menakhodai KONI Kota Padang Menuju Era Prestasi

Padang – Nama Erianto kini menjadi salah satu figur yang berada di pusat pengelolaan olahraga prestasi Kota Padang. Sejak dikukuhkan sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang periode 2025-2029.

Erianto memikul tanggung jawab untuk menggerakkan organisasi olahraga tersebut sekaligus mengawal pembinaan atlet dan cabang olahraga di Kota Padang.

Pelantikan pengurus KONI Kota Padang periode 2025-2029 berlangsung di The Axana Hotel Padang, Kamis, 15 Januari 2026. Dalam kepengurusan tersebut, Erianto dipercaya sebagai Ketua Umum, didampingi Syamsu Rizal sebagai Ketua Harian, Dr. Tri Putra Junaidi sebagai Sekretaris Umum, serta Zulhardi Z. Latif sebagai Bendahara Umum.

Posisi tersebut bukan sekadar jabatan organisasi. KONI memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga prestasi, terutama dalam menjembatani kepentingan atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan olahraga.

Bagi Erianto, kepemimpinan di KONI Kota Padang menjadi ruang untuk mendorong olahraga tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga pada pembentukan karakter, sportivitas, kedisiplinan dan kebanggaan terhadap daerah.

Dalam pernyataannya setelah pelantikan, Erianto menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan awal dari tanggung jawab besar untuk membawa olahraga Kota Padang semakin maju dan berprestasi.

Ia juga menempatkan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, olahraga tidak hanya berbicara mengenai fisik dan prestasi, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter serta memperkuat persatuan masyarakat.

Menghadapi Tantangan Olahraga Prestasi

Kepemimpinan Erianto berlangsung pada periode yang cukup penting bagi olahraga Kota Padang. Salah satu agenda besar yang berada di depan mata adalah Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Sumatera Barat XVI Tahun 2026.

Kota Padang tidak hanya menjadi salah satu daerah yang mengirimkan kontingen, tetapi juga dipercaya sebagai tuan rumah pertandingan untuk 20 cabang olahraga.

Pemerintah Kota Padang bersama KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga kemudian melakukan berbagai persiapan, mulai dari koordinasi teknis, kesiapan venue, pembinaan atlet hingga penguatan koordinasi dengan pengurus cabang olahraga. Pemerintah Kota Padang menyebut sekitar Rp38 miliar disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Porprov Sumbar XVI 2026.

Dalam Rakornis persiapan Porprov yang digelar pada Agustus 2026, Erianto menyatakan bahwa KONI Kota Padang akan terus berkoordinasi dengan KONI Sumatera Barat, Dispora, pengurus cabang olahraga dan berbagai pihak terkait untuk memastikan persiapan pertandingan berjalan sesuai jadwal.

Tantangan tersebut membuat kepemimpinan KONI Kota Padang tidak hanya diukur dari kemampuan organisasi menyelenggarakan agenda olahraga, tetapi juga dari bagaimana pembinaan atlet dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Pembinaan Atlet Menjadi Perhatian

Di bawah kepemimpinan Erianto, berbagai kejuaraan olahraga juga diarahkan menjadi bagian dari proses pembinaan dan pematangan atlet.

Salah satunya terlihat dari penyelenggaraan Turnamen Bulutangkis PBSI Kota Padang Cup 2026 yang berlangsung pada 21-23 Agustus 2026. Kejuaraan tersebut dimanfaatkan sebagai salah satu ajang untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus melihat kesiapan menghadapi Porprov Sumbar XVI.

Hal serupa juga terlihat dalam pembinaan sejumlah cabang olahraga lainnya. Pada cabang bola tangan, misalnya, KONI Kota Padang memberikan perhatian terhadap pelaksanaan pemusatan latihan daerah mandiri sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov.

Bagi organisasi olahraga, semakin banyak kompetisi yang terselenggara dapat memberikan ruang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

Namun, kompetisi tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari sistem pembinaan yang lebih luas, mulai dari pencarian bakat, latihan, pendampingan pelatih, pemenuhan sarana dan prasarana, hingga evaluasi prestasi.

Kerangka pembinaan seperti inilah yang menjadi salah satu pekerjaan rumah KONI Kota Padang.

Prestasi dan Integritas Harus Berjalan Bersama

Dalam mempersiapkan kontingen Kota Padang menghadapi Porprov 2026, Erianto juga menekankan bahwa pencapaian prestasi tidak boleh dilepaskan dari sportivitas dan integritas.

Baginya, kemenangan di arena pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Atlet, pelatih, official dan seluruh unsur olahraga juga membawa nama Kota Padang sehingga perilaku dan etika selama pertandingan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.

Pandangan tersebut menempatkan prestasi olahraga dalam perspektif yang lebih luas. Medali merupakan hasil kompetisi, sementara proses untuk mendapatkannya harus tetap mengikuti aturan pertandingan dan menjunjung sportivitas.

Dengan demikian, pembinaan atlet tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan atlet yang mampu menang, tetapi juga atlet yang mampu menghargai lawan, keputusan wasit, aturan pertandingan dan nilai-nilai olahraga.

Membangun Koordinasi dengan Cabang Olahraga

Sebagai Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto juga menghadapi kebutuhan untuk membangun komunikasi dengan puluhan pengurus cabang olahraga.

Koordinasi tersebut menjadi penting karena setiap cabang olahraga memiliki karakteristik, kebutuhan pembinaan, jumlah atlet, program latihan dan target prestasi yang berbeda.

Dalam persiapan Porprov 2026, KONI Kota Padang bersama pemerintah daerah dan Dispora melakukan koordinasi teknis dengan pengurus cabang olahraga yang akan terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan di Kota Padang. Pemerintah Kota Padang menyebut terdapat 20 cabang olahraga yang dipertandingkan di Kota Padang sebagai tuan rumah.

Koordinasi juga dibutuhkan dalam menyusun program pembinaan, memastikan kebutuhan atlet, serta melakukan evaluasi terhadap perkembangan masing-masing cabang olahraga.

Bagi organisasi sebesar KONI, komunikasi internal menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu program pembinaan.

Tidak Hanya Mengejar Medali

Ada satu pesan yang beberapa kali muncul dalam pandangan Erianto mengenai olahraga Kota Padang: prestasi penting, tetapi proses dan integritas tidak boleh ditinggalkan.

Dalam konteks Porprov, target prestasi memang menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi olahraga. Pemerintah Kota Padang sendiri secara terbuka menyatakan keinginan untuk mempertahankan gelar juara umum.

Namun, pencapaian target tersebut tetap membutuhkan proses panjang.

Atlet membutuhkan program latihan yang terukur. Pelatih membutuhkan dukungan dan fasilitas. Cabang olahraga membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan. Sementara organisasi membutuhkan tata kelola, koordinasi dan evaluasi yang konsisten.

Karena itu, keberhasilan KONI tidak semata-mata dapat dilihat dari jumlah medali yang diperoleh dalam satu event. Keberhasilan pembinaan juga dapat dilihat dari keberlanjutan regenerasi atlet, peningkatan kualitas pelatih, keberadaan kompetisi, serta kemampuan melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Bersinergi dengan Pemerintah Daerah

KONI Kota Padang dalam menjalankan programnya juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah.

Sinergi tersebut terlihat dalam berbagai agenda persiapan Porprov 2026. Pemerintah Kota Padang menyatakan dukungannya terhadap pembinaan olahraga dan penyelenggaraan Porprov, termasuk melalui dukungan anggaran dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah.

Di sisi lain, KONI memiliki tanggung jawab untuk memastikan dukungan tersebut diarahkan kepada program yang berkaitan langsung dengan pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga.

Hubungan antara pemerintah daerah dan KONI karena itu perlu dibangun dalam kerangka kerja yang transparan, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut penting agar anggaran olahraga benar-benar memberikan manfaat bagi atlet, pelatih, cabang olahraga dan masyarakat.

Tantangan Kepemimpinan Erianto

Memimpin KONI Kota Padang bukan pekerjaan sederhana.

Kota Padang memiliki banyak cabang olahraga dengan karakter dan kebutuhan berbeda. Setiap cabang memiliki persoalan masing-masing, mulai dari pembinaan atlet, fasilitas, kompetisi, kebutuhan pelatih hingga pendanaan.

Di saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap prestasi olahraga Kota Padang juga cukup tinggi.

Karena itu, Erianto menghadapi sejumlah tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan target medali. Tantangan lainnya adalah bagaimana membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, memastikan komunikasi antarorganisasi berjalan baik, serta menjaga tata kelola organisasi tetap profesional.

Porprov 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk melihat sejauh mana program tersebut berjalan.

Dari Organisasi Menuju Sistem Pembinaan

Kepemimpinan Erianto di KONI Kota Padang pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi juara dalam sebuah pertandingan.

Menjaga Harapan Olahraga Kota Padang

Erianto kini berada dalam fase kepemimpinan yang sarat agenda. Porprov Sumbar XVI 2026 menjadi salah satu ujian penting bagi KONI Kota Padang, baik dari sisi prestasi maupun penyelenggaraan.

Namun, setelah Porprov berakhir, pekerjaan organisasi tidak berhenti.

Pembinaan atlet harus terus berjalan. Regenerasi harus disiapkan. Kompetisi harus tetap hidup. Cabang olahraga perlu mendapatkan pendampingan. Atlet muda harus diberi ruang untuk berkembang.

Dengan demikian, keberhasilan kepemimpinan Erianto tidak hanya ditentukan oleh hasil satu pertandingan atau satu ajang olahraga, tetapi juga oleh kemampuan membangun fondasi pembinaan olahraga yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

Pada akhirnya, olahraga bukan hanya tentang kemenangan.

Olahraga adalah tentang proses, disiplin, kerja keras, sportivitas, persatuan dan kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengembangkan potensi mereka.

Di tangan Erianto dan jajaran pengurus KONI Kota Padang periode 2025-2029, tanggung jawab tersebut kini berada di pundak organisasi untuk diwujudkan melalui kerja yang terukur, transparan dan berkelanjutan.

Profil singkat:

Nama: Erianto
Jabatan: Ketua Umum KONI Kota Padang
Masa kepengurusan: 2025-2029
Mulai dikukuhkan: 15 Januari 2026
Fokus kepemimpinan: Pembinaan olahraga prestasi, penguatan cabang olahraga, peningkatan kualitas atlet, koordinasi organisasi dan persiapan Porprov Sumbar XVI 2026.

More from the blog

34 Atlet Taekwondo Kota Padang Resmi Dilepas Menuju Porprov XVI Sumbar

Padang - Kontingen Taekwondo Indonesia (TI) Kota Padang resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI Tahun 2026. Pelepasan kontingen berlangsung di halaman...

19 Kontingen Resmi Terdaftar, Porprov XVI Sumbar 2026 Siap Digelar 2 Oktober

Padang - Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 semakin menguat. Sebanyak 19 kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Barat dipastikan telah menyelesaikan...

ABTI Padang Matangkan Persiapan, Bidik Lima Emas dan Juara Umum Bola Tangan Porprov XVI

Padang - Pengurus Kota (Pengkot) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Padang terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Sebanyak 26...

PBSI Padang Matangkan Persiapan 12 Atlet Hadapi Porprov XVI Sumbar 2026

Padang - Sebanyak 12 atlet bulutangkis Kota Padang menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC) sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI...